Budaya kampung Cisitu kecamatan ciomas serang-banten


Cisitu adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, yang memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Masyarakat Cisitu dikenal sebagai komunitas yang sangat kental dengan tradisi dan budaya leluhur, serta memiliki nilai-nilai gotong royong dan rukun yang tinggi. Budaya ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan mereka, mulai dari adat istiadat, upacara, hingga cara mereka berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.


  • Kehidupan Sosial dan Budaya Cisitu, Warga Cisitu sangat menghargai nilai kebersamaan dan saling membantu, baik dalam urusan keluarga maupun kehidupan sosial. Mereka memegang teguh prinsip gotong royong, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, dalam acara adat seperti pernikahan atau khitanan, masyarakat Cisitu selalu bergotong-royong untuk mengatur persiapan dan pelaksanaannya. Semua pihak terlibat, tidak ada yang merasa terbebani, karena budaya saling membantu ini sudah menjadi tradisi turun-temurun.
  • Adat Istiadat dan Upacara Dalam hal adat istiadat, Cisitu memiliki beberapa upacara yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Salah satu contoh yang masih sering dilaksanakan adalah selamatan atau hajatan, yang diadakan untuk memanjatkan doa syukur atas hasil bumi atau peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, tradisi ngidung atau doa bersama juga sering dilakukan di masjid-masjid setempat untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga desa. 
  • Keharmonisan Antar Warga, Salah satu ciri khas masyarakat Cisitu adalah kerukunan antar warganya. Meskipun terdiri dari berbagai latar belakang, baik dalam hal pekerjaan, agama, maupun suku, mereka hidup dalam keharmonisan yang terjaga dengan baik. Tradisi silaturahmi atau menjalin hubungan baik antar sesama sangat dijunjung tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, warga Cisitu selalu menjaga hubungan baik dan saling menghormati satu sama lain, baik di lingkungan rumah maupun di tempat-tempat umum. Hal ini terbukti dalam berbagai kegiatan, seperti arisan atau pertemuan warga, yang bukan hanya bertujuan untuk membahas masalah sosial atau pembangunan, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan. Warga Cisitu juga dikenal sangat ramah terhadap pendatang dan selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan tentang budaya dan tradisi yang mereka miliki.
  • Kearifan Lokal dan Pelestarian Lingkungan, Masyarakat Cisitu juga memiliki kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian alam. Sebagai masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, mereka memiliki pemahaman mendalam tentang cara merawat alam dan menjaga keseimbangan lingkungan. Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga sekarang adalah ngaruwat bumi, yaitu ritual yang bertujuan untuk meminta restu dari Tuhan agar hasil pertanian mereka melimpah dan bebas dari bencana. Selain itu, mereka juga menjaga keberadaan berbagai situs budaya dan alam yang ada di sekitar desa, seperti hutan adat atau tempat-tempat yang dianggap keramat, sebagai bagian dari penghormatan terhadap nenek moyang dan alam sekitar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGULIK INFORMASI MENGENAI AIR MUSHOLLA KAMPUNG KALAPA GIRANG YANG MEMILIKI KHASIAT TERSEMBUNYI

Orientasi Kader Kepemimpinan (OKK)